Selamat Datang
di Gereja Kami
Menyebarkan Kasih dan Pengharapan — bertumbuh bersama dalam
Firman Tuhan.
Live Streaming tersedia saat jam Ibadah Raya.

Pujian dan penyembahan dinaikkan, dan Firman Tuhan diberitakan dengan tajam

Bagikan Berita Ini:

Facebook WhatsApp Twitter

Kemarin, Minggu 22 Maret 2026,
Ibadah Raya 1, 2, dan 3 GPdI El Shaddai Newlife Church Sario Manado pada pukul 06.00, 09.00, dan 17.30 berlangsung dengan baik dan penuh kekuatan Tuhan.

Dari pagi sampai malam, suasana ibadah terasa hidup. Pujian dan penyembahan dinaikkan, dan Firman Tuhan diberitakan dengan tajam.

Worship Leader dalam Ibadah Raya 1, 2, dan 3:
Joyselin Pioh, Ibu Ivanna Waladow, dan Pdt. Tonny Waney.

Pelayan Firman:
Pdt. Novi Sepang, SH, M.Th.

Firman Tuhan yang disampaikan mengangkat tema bulan Maret . "Siapa yang sedang membentuk hidupmu?” dan topik minggu ke-4: "Ketika Firman Menjadi Otoritas Hidup.”

Saya percaya, ini bukan sekadar tema, tetapi suara Tuhan bagi gereja-Nya. Sebab kalau Firman tidak lagi menjadi otoritas, maka hidup akan mudah dipimpin oleh ego, perasaan, tekanan, dan suara dunia.

Itulah sebabnya banyak orang tetap beribadah, tetapi hidupnya masih goyah. Masih datang ke gereja, tetapi keputusan-keputusannya dibentuk oleh dunia.

Karena itu, Firman Tuhan mengingatkan kita bahwa gereja tidak cukup hanya ramai, gereja harus tunduk pada kebenaran. Jemaat tidak cukup hanya hadir, jemaat harus berubah. Firman tidak cukup hanya didengar, Firman harus memerintah.

Saat Firman kembali menjadi otoritas hidup, yang bengkok diluruskan, yang lemah diteguhkan, yang dingin dinyalakan kembali, dan yang kehilangan arah dipimpin kembali oleh Tuhan.

Saya percaya, Tuhan sedang membawa GPdI El Shaddai Newlife Church Sario masuk dalam musim yang lebih serius, lebih dalam, dan lebih kuat di bawah otoritas Firman-Nya. Bukan sekadar menjalani rutinitas ibadah, tetapi sungguh-sungguh hidup dalam kebenaran.

Terima kasih kepada semua pelayan Tuhan yang sudah melayani. Tuhan melihat setiap kesetiaan dan setiap hati yang memberi diri bagi pekerjaan-Nya.

Mari jangan hanya puas karena ibadah sudah selesai.
Mari bawa Firman itu pulang. Mari izinkan Firman itu menegur, membentuk, dan memerintah hidup kita.

Sebab ketika Firman menjadi otoritas hidup, kita tidak akan berjalan dalam kekacauan, tetapi dipimpin oleh terang Tuhan.

Dan saya percaya, selama Firman tetap ditinggikan di altar ini, gereja ini tidak akan kehilangan arah, tidak akan kehilangan api, dan tidak akan kehilangan suara Tuhan.