Di atas ketinggian rooftop Hotel Rogers, bukan hanya kota Manado yang bercahaya — tetapi kesaksian tentang kesetiaan Tuhan yang bersinar terang. HUT Ibu Fei Joeniawan bukan pesta. Ini adalah altar.
Ini adalah pengakuan bahwa Tuhan tidak pernah gagal memimpin langkah keluarga ini. Ketika Ibu Fei berkata, “Tuhanlah yang membawa kami sampai di titik ini,”
itu bukan kalimat biasa. Itu adalah deklarasi iman yang lahir dari perjalanan panjang, dari musim yang tidak selalu mudah, dari hari-hari sunyi yang hanya Tuhan tahu. Ada jarak yang ditempuh. Ada pengorbanan yang tidak difoto. Ada kesetiaan yang tidak selalu dilihat orang. Namun Tuhan melihat. Dan Tuhan membalas.
Ibadah syukur dipimpin oleh Gembala GPdI El Shaddai Newlife Church, Pdt. Haezar Sumual, M.Th., dan malam itu terasa seperti momentum ilahi — seolah Tuhan sendiri meneguhkan : "Aku menyertai kamu.”
Penyembahan yang dipimpin Pdt. Fanny Barends bukan hanya lagu, tetapi gelombang syukur yang mengangkat nama Tuhan lebih tinggi dari segala keadaan.
Suami yang harus kembali ke Cina untuk tugas sebagai surveyor kapal memilih satu hal : 'hadir'
Itu bukan sekadar keputusan logistik.
Itu adalah pernyataan cinta.
Itu simbol bahwa keluarga ini berdiri dalam kesatuan yang tidak terguncang oleh jarak. Empat anak mungkin belum berdiri secara fisik di ruangan itu, tetapi iman yang ditanam dalam rumah ini tetap hidup. Karena keluarga yang dibangun di atas doa, tidak akan runtuh oleh jarak.
Jika hari speciai ini bisa dirayakan : Itu saksi bahwa Tuhan memelihara. Itu bukti bahwa kesetiaan tidak pernah sia-sia. Itu tanda bahwa tangan Tuhan belum berhenti bekerja. Dan kami percaya —ini bukan puncak. Ini permulaan musim yang lebih besar. Karena ketika Tuhan yang mengangkat, tidak ada yang dapat merendahkan. Ketika Tuhan yang menetapkan, tidak ada yang dapat membatalkan.
Selamat ulang tahun, Ibu Fei. Langit telah menjadi saksi , bahwa hidup yang setia kepada Tuhan tidak pernah ditinggalkan.
Haleluya.