Ketika Gereja Bergerak Bersama — Kasih Menjadi Perayaan dan Tuhan Dimuliakan”
Semalam, ( Kamis, 5 Maret ) saya kembali melihat sesuatu yang selalu membuat hati saya terharu : ketika gereja bergerak bukan karena kewajiban, tetapi karena kasih. Ibadah syukur Hari Ulang Tahun Ibu Gembala GPdI El Shaddai Newlife Church, Pdt. Dr. Phebe Watuseke, MPHM., DK, berlangsung dengan penuh sukacita dan kehangatan yang tidak bisa dibuat-buat.
Ini bukan sekadar sebuah acara ulang tahun. Semalam adalah perayaan kebersamaan tubuh Kristus. Dalam waktu yang sangat singkat, para ketua rayon sepakat bergerak bersama. Tanpa banyak rapat panjang, tanpa banyak formalitas, hati jemaat digerakkan. Jemaat datang, jemaat melayani, jemaat memberi diri. Inilah wajah gereja yang hidup — ketika kesatuan tidak hanya diucapkan, tetapi benar-benar terjadi.
Saya melihat bagaimana kebersamaan dan kesatuan jemaat menjadi kekuatan yang luar biasa. Ada yang bekerja di belakang layar, ada yang melayani di depan, ada yang mempersiapkan, ada yang memberi. Semua bergerak dengan satu tujuan: memuliakan Tuhan. Kerja sama yang terbangun semalam bukan sekadar koordinasi acara.
Itu adalah kesediaan hati untuk melayani. Di tengah dunia yang semakin individualis, saya melihat sesuatu yang sangat berharga: gereja yang masih tahu bagaimana berjalan bersama.
Saya juga memberi apresiasi yang besar kepada Profesional Muda GPdI El Shaddai Newlife Sario yang menginisiasi pelayanan dalam ibadah ini. Worship leader, singers, para pemusik, dan seluruh unsur penyelenggara menunjukkan bahwa generasi muda di gereja ini bukan hanya penonton, tetapi pelaku pelayanan. Dan bagi saya, itu adalah tanda bahwa masa depan gereja ini sedang dipersiapkan dengan baik oleh Tuhan.
Firman Tuhan yang disampaikan oleh
Pdt. Dr. Drs. Hein Watuseke, M.Th
(Penasehat Majelis Daerah GPdI Sulut dan Gembala GPdI Yesus Harapan Pakowa) menjadi peneguhan yang kuat bagi seluruh jemaat yang hadir.
Doa Penumpangan tangan dipimpin Oleh Pdt Dr Agus Rokot, MKES, MTh, Gembala GPdI Merpati Teterusan Mapanget Minut.
Saya juga mengucapkan terima kasih dengan tulus kepada anak-anak Sekolah Minggu yang memberikan pujian dan hadiah dengan hati yang penuh kasih. Terima kasih kepada seluruh jemaat atas perhatian dan kasih yang diberikan melalui hadiah yang diserahkan oleh bendahara jemaat.
Terima kasih juga kepada Profesional Muda atas perhatian dan persembahan kasih mereka.
Secara khusus saya memberikan apresiasi kepada Sekretaris Jemaat, Pdt. Franky Sumual, S.Th dan istri, yang menjadi salah satu lokomotif penting dalam terselenggaranya acara ini dengan baik.
Terima kasih juga kepada seluruh Ketua Rayon yang dengan setia menggerakkan jemaat:
Pdt. Ruddi Manitik, Pdt. Robby Rorong, Pdt. Janny Lumape, Pdt. Franky Sumual, Pdt. Martin Asaluy, dan Pdt. Fanny Barends.
Semalam saya kembali diingatkan akan satu hal:
gereja tidak dibangun oleh satu orang, tetapi oleh banyak hati yang rela berjalan bersama.
Ketika jemaat bersatu, ketika pelayanan dilakukan dengan kerendahan hati, ketika kasih menjadi dasar dari setiap tindakan — di situlah gereja sedang menunjukkan kemuliaannya yang paling indah.
Terima kasih untuk setiap hati yang sudah memberi diri.
Tuhan melihat semuanya.
Dan semalam, melalui kebersamaan yang sederhana namun tulus itu, Tuhan kembali dimuliakan di tengah jemaat-Nya. Tuhan Yesus memberkati.