Selamat Datang
di Gereja Kami
Menyebarkan Kasih dan Pengharapan — bertumbuh bersama dalam
Firman Tuhan.
Live Streaming tersedia saat jam Ibadah Raya.

KETIKA FAJAR MENJADI ALTAR

Bagikan Berita Ini:

Facebook WhatsApp Twitter

KETIKA FAJAR MENJADI ALTAR

Di saat banyak orang masih terlelap,
kami berdiri, berdoa, dan menyerahkan satu keluarga di bawah tangan Tuhan—dan saya tahu, ini bukan peristiwa biasa.

Pagi ini bukan dimulai dengan aktivitas.
Pagi ini dimulai dengan perjumpaan.

Pukul 05.15 subuh, saya berdiri di rumah keluarga Bpk. Yusak Kristianto bersama Ketua Rayon Moria, Pdt. Robby Rorong. Dan sejak langkah pertama saya masuk… saya tahu—ini bukan kunjungan biasa.

Kami disambut oleh Mas Kus. Sederhana. Tenang.
Tetapi atmosfernya berat… penuh hadirat.

Kami tidak datang untuk basa-basi. Kami tidak datang untuk formalitas. Kami datang untuk mengangkat nama-nama di hadapan Tuhan.

Doa oleh Pdt. Robby Rorong—dan saya Memimpin penumpangan tangan kepada Ibu Yani Indriani, Bpk. Yusak,  Mas Kus—itu bukan sekadar simbol.

Itu adalah pernyataan rohani.
Bahwa keluarga ini tidak berjalan sendiri.
Bahwa ada tangan Tuhan yang sedang bekerja.
Bahwa surga sedang memperhatikan.

Hari ini Ibu Yani Indriani genap 46 tahun.
Tetapi ini bukan soal umur. Ini soal bukti bahwa Tuhan masih memelihara.

46 tahun bukan angka. Itu adalah jejak anugerah.
Itu adalah bukti bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan.

Dan saat doa dinaikkan pagi ini, saya percaya satu hal : 

Ini bukan akhir dari sesuatu—ini awal dari sesuatu 
      yang lebih besar.

Rumah itu…
tidak akan sama lagi.

Selamat ulang tahun ke-46, Ibu Yani Indriani.
Kiranya tangan Tuhan yang sudah menopang sampai hari ini, akan membawa masuk ke musim yang lebih tinggi, lebih kuat, dan lebih penuh kemuliaan.

 Karena ketika doa dinaikkan sejak fajar…
      hari itu tidak mungkin berjalan biasa.

Galeri Foto