Turut berdukacita yang sedalam-dalamnya.
Keluarga besar GPdI El Shaddai Newlife Church Sario Manado, khususnya Rayon Sinai, menyampaikan belasungkawa atas berpulangnya kakak terkasih dari Bpk. Obert Tandiembong, Almarhum Bpk. Yoel Tangdiembong, SH., MH di Rumah Sakit yang ada di Makasar.
Hari ini langit terasa lebih berat, tetapi iman kita tidak ikut runtuh. Karena bagi orang percaya, kematian bukan “kabar akhir”—melainkan panggilan pulang. Bumi melepas, Sorga menerima. Tubuh berhenti, tetapi pengharapan tidak pernah mati.
Sebagai satu tubuh Kristus, Gembala Sidang bersama Ketua Rayon Sinai, Pdt. Martin Asaluy, S.Sos., berdiri bersama keluarga—bukan sekadar mengucap belasungkawa, tetapi mengangkat doa dan menegakkan iman di tengah badai duka.
Saya percaya secara profetik :
dukacita ini tidak akan menjadi jurang yang menelan keluarga—tetapi akan menjadi altar tempat Tuhan menurunkan penghiburan-Nya. Di rumah yang sedang berduka ini, Tuhan sedang berkata : “Aku tidak meninggalkan kamu. Aku menopang kamu. Aku menguatkan kamu.”
Kepada Bpk. Obert dan seluruh keluarga besar: kami tidak hanya “ikut sedih”—kami ikutmenanggung. Kami tidak hanya “mendoakan dari jauh”—kami berdiri dekat. Kasih Tuhan tidak akan putus, dan gereja tidak akan membiarkan keluarga berjalan sendiri.
Kiranya damai sejahtera Kristus yang melampaui akal memenuhi hati, menutup setiap celah luka, dan memberi kekuatan untuk melangkah hari demi hari. Dan biarlah nama Tuhan tetap ditinggikan—bahkan di tengah air mata—sebab Tuhan sanggup mengubah tangisan menjadi penghiburan, dan dukacita menjadi kesaksian.
“Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Matius 28:20)
“Akulah kebangkitan dan hidup.” (Yohanes 11:25)
Tuhan Yesus menghibur dan memberkati.