HALELUYA, keluarga besar GPdI El Shaddai Newlife Church. Pagi ini "BERDUKA"
Ada jam-jam tertentu dalam hidup yang tidak butuh banyak kata—hanya butuh Tuhan dan keluarga rohani. Dan dini hari ini, jam itu datang. Rabu, 18 Februari 2026, pukul 00.03 WITA, di RS Wolter Mongisidi Teling, Ibu Albertine Katiho Tulangow menutup mata untuk dunia—dan membuka mata untuk Rumah Bapa. Momen itu disaksikan oleh orang-orang yang paling mengasihi beliau: suami dan anak, Allen Katiho. Ini bukan sekadar perpisahan. Ini adalah panggilan pulang.
Lalu Tuhan seperti menyalakan lampu kecil di tengah gelapnya duka : pukul 02.00 WITA, Pdt. Fanny Barend (Ketua Rayon) bersama istri Ibu Titi Baranoy tiba di RS—datang bukan sebagai tamu, tetapi sebagai penjaga iman. Dan saat kebanyakan orang masih tertidur, pukul 04.00 WITA, bersama suami dan anak, mereka mengantar Almarhumah hingga tiba di rumah duka di Lorong PK Korona. Ada hal yang indah di sini: ketika keluarga menangis, gereja tidak menonton—gereja berjalan bersama.
Pagi ini saya dan Ibu Rohani melayat di rumah duka. Kami datang membawa satu pengakuan iman yang tidak terguncang oleh air mata : kematian bukan kata terakhir. Kristus adalah kata terakhir. Tubuh kembali ke tanah, tetapi jiwa yang percaya pulang kepada Tuhan. Dan bagi kita yang tinggal, Tuhan memberi kekuatan bukan untuk “cepat lupa”, tetapi untuk tetap berdiri.
Saya percaya secara profetik : di tempat yang disebut “rumah duka” ini, Tuhan sedang membangun rumah penghiburan. Di Lorong PK Korona, Tuhan sedang mengajar kita arti gereja yang sesungguhnya : hadir, menanggung, menguatkan.
Mari kita menopang Bpk. Mansur Tulangow, anak-anak, dan seluruh keluarga besar dengan doa dan kasih yang nyata. Tuhan Yesus menghibur, Tuhan Yesus menguatkan, Tuhan Yesus memberkati.
“Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.” (Matius 5:4)