Selamat Datang
di Gereja Kami
Menyebarkan Kasih dan Pengharapan — bertumbuh bersama dalam
Firman Tuhan.
Live Streaming tersedia saat jam Ibadah Raya.

ibadah Profesional Muda, Selasa, 24 Februari 2026

Bagikan Berita Ini:

Facebook WhatsApp Twitter

PROFESIONAL MUDA… KEMARIN MALAM TUHAN MEMANGGIL KITA KELUAR DARI “MODE BERTAHAN HIDUP.”

GPdI El Shaddai Newlife Church Manado, Selasa, 24 Februari 2026 | 18.30 WITA – selesai

Puji Tuhan, ibadah Profesional Muda sudah terlaksana dengan baik—tetapi jujur… ini lebih dari sekadar “ibadah selesai.” Ini seperti malam penataan ulang. Malam ketika Tuhan berkata :

“Aku tidak memanggilmu hanya untuk mampu. Aku memanggilmu untuk utuh.” Firman Tuhan dilayani oleh Pdt. Franky Kumambouw, SSi, MPd, MTh dengan pendekatan Teologi Situasi, melalui studi kasus yang menampar halus namun dalam: Sandwich Generation.

Karena banyak di antara kita sedang hidup begini : kita bangun pagi dengan target, pulang malam dengan kepala penuh, tetap senyum di depan orang, tapi diam-diam… hati kita menipis.

Kita sedang membiayai banyak hal :

rumah, sekolah anak, kebutuhan keluarga… dan di saat yang sama orang tua mulai menua, mulai sakit, mulai butuh pertolongan. Lalu Tuhan berbicara tegas melalui Firman :

???? 1 Timotius 5:4

“…belajar berbakti kepada kaum keluarganya sendiri… karena itulah yang berkenan kepada Allah.”

???? 1 Timotius 5:8

“Jika seorang tidak memeliharakan sanak saudaranya… orang itu… lebih buruk dari orang yang tidak beriman.”

Malam itu Tuhan seperti berkata :

“Jangan jadikan keluarga korban dari ambisimu.” “Jangan jadikan orang tua hanya ‘rekening bantuan’ tanpa hati.” "Jangan jadikan anak hanya ‘projek masa depan’ tanpa kehadiran.”

Ini bukan sekadar bicara uang. Ini bicara jiwa. Ini bicara prioritas. Ini bicara ketaatan yang paling nyata—di rumah. Karena banyak orang bisa tampak rohani di gereja,

tapi ukuran rohani yang sejati sering terlihat di tempat yang paling sepi :

? bagaimana kita memperlakukan orang tua,

? bagaimana kita hadir untuk anak,

? bagaimana kita menjaga hati pasangan,

? bagaimana kita mengelola beban tanpa menjadi

pahit.

Dan inilah bagian yang profetiknya :

? Saya percaya Tuhan sedang mengangkat generasi profesional muda menjadi “penjaga mezbah keluarga.”

Bukan generasi yang sekadar mengejar angka, tetapi generasi yang mengerti : keberhasilan tanpa rumah yang damai adalah kemenangan yang kosong.

Tuhan tidak sedang memanggil kita untuk tampil kuat. Tuhan sedang memanggil kita untuk kembali ke fondasi. Karena ada peringatan rohani yang keras bagi generasi kita :

kita bisa jadi sangat sibuk “menyelamatkan” keluarga dengan uang, sampai lupa menyerahkan keluarga kepada Tuhan. Malam itu Tuhan menegur kita dengan kasih :

“Kamu bukan Mesias keluarga. Hanya Aku Juruselamat. Kamu dipanggil setia—bukan hancur. Kamu dipanggil menanggung beban—bukan mati pelan-pelan.”

???? Profesional muda, dengar ini baik-baik:

Kalau kamu merasa terjepit di tengah… itu bukan tanda kamu gagal. Itu tanda Tuhan sedang membentukmu jadi jembatan berkat. Tetapi jembatan yang kuat harus punya tiang yang kokoh. Dan tiang itu adalah: ketaatan pada Firman, mezbah doa, dan kasih yang nyata di rumah.

Mari pulang dengan satu keputusan : kita tidak hanya mau sukses… kita mau selamat dan utuh. Tidak hanya mampu membayar… tetapi juga mampu mengasihi. Tidak hanya bekerja keras… tetapi juga hidup benar.

Tuhan sedang memanggil kita kembali.

???? Keluarga adalah pelayanan paling pertama. Dan generasi yang memulihkan keluarga, akan melihat Tuhan memulihkan masa depan. ????